![]() |
| B. J. Habibie |
Keteladanan
B. J. Habibie
Bernama
lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah seseorang yang sangat inspiratif bagi
anak-anak Indonesia. Mantan Presiden Republik Indonesia ini adalah sosok yang
patut dijadikan rujukan anak-anak muda Indonesia dalam usaha meraih cita-cita.
Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dengan kedua orang tua yang
memiliki latar kebudayaan yang berbeda. Ayah bersuku Bugis sedangkan ibu
bersuku Jawa. Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936
(yang berarti sekarang sudah 80 tahun). Sebelum menjabat sebagai presiden,
Habibie juga pernah mengabdikan dirinya untuk Indonesia, seperti Wakil Presiden
Indonesia ke-7 (dan setelah itu menggantikan Soeharto sebagai presiden),
Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek), dan Kepala Badan
Pengusahaan Batam. Dalam mengabdiannya, tentu ada perjuangan keras yang harus
Habibie lalui.
Perlu
kita pahami juga kekuatan mental yang dibangun oleh Habibie, yakni mental
bersepeda. Habibie mengandaikan mental kita harus seperti saat kita mengendarai
sepeda, jika kita tidak mengayuhnya secara terus menerus, maka kita akan
berhenti. Seperti itulah hidup, kita harus terus bekerja untuk tetap hidup. Dibalik
kecerdasan dan kemasylahatannya saat ini, kita juga harus meneladani sikap
serta perilaku yang Habibie lakukan, seperti:
Disiplin
Perlu
kita ketahui, Habibie menghabiskan waktu 7,5 jam dalam sehari untuk membaca dan
menulis. Kita sesama manusia tentu memiliki waktu yang sama dalam sehari yakni
24 jam. Suatu hal yang sangat produktif jika mampu meniru bahkan mengembangkan
apa yang telah Habibie lakukan. Ini merupakan disiplin tingkat tinggi, dan
hal-hal seperti inilah yang harus kita jadikan contoh. Dalam pandangan Habibie,
orang yang sukses adalah orang yang disiplin, tepat waktu, dan
bersungguh-sungguh. Namun, tentu hal sangat menentukan adalah kemauan untuk
bersungguh-sungguh, jika hal tersebut sudah mampu kita jaga, hal berikutnya
adalah komitmen, dan itu akan terus berkembang.
Jujur
dan Berprinsip
Selain
itu, Habibie adalah sosok orang yang jujur, pernah suatu waktu beliau disogok
dengan jam tangan mewah, sogokan berupa uang, dan bahkan wanita. Beliau tetap
teguh dengan prinsipnya. Tidak seperti sekarang ini, banyak para pemimpin kita
terjebak dalam kasus tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan masih banyak
lagi tindakan yang merugikan rakyat.
Visioner
dan Fokus
Visioner
adalah pemikiran tentang apa yang menjadi tujuan ke depan atau masa depan. Hal
inilah yang dimiliki oleh habibie dan harus kita contoh. Selain itu, Habibie
juga fokus pada satu kemampuannya, yakni ranah teknologi. Dengan pandangan
visioner itu tadi dan fokus pada bidang teknologi, Habibie lebih memilih untuk
mengembangkan dan membangun teknologi yang ada di Indonesia.
Nasionalisme
Lebih
daripada kecerdasan yang dimiliki oleh Habibie, kita juga harus meneladani
mantan Presiden Indonesia ini, yakni rasa nasionalisme yang tinggi pada tanah air,
Indonesia. Habibie adalah orang Asia pertama yang mengetahui rahasia teknologi Jerman
dan memperoleh jabatan yang tinggi di sana sebagai wakil presiden dan direktur
teknologi Messerschmitt Boelkow Blohm (MBB),
Hamburg pada tahun 1974-1978. Karena Habibie mengetahui rahasia teknologi
negara Jerman, maka pemerintah Jerman menawarkan Habibie untuk menjadi Warga
Negara Jerman. Namun, Habibie menolaknya. Habibie sangat cinta akan tanah air,
Indonesia. Habibie pernah mengatakan, “Sekalipun
menjadi Warga Negara Jerman, kalau suatu saat Tanah Air ku memanggil, maka
paspor (Jerman) akan saya robek dan akan pulang ke Indonesia.”
Dari
uraian di atas tentunya kita sebagai anak negeri Bangsa Indonesia harus terus
mewarisi semangat B. J. Habibie untuk Indonesia yang lebih baik. Tunjukkan semangat
“mengendarai sepeda” yang harus terus dikayuh agar berjalan!
Dan
tentu saja untuk mengenal Habibie lebih jauh jangan lupa datang pada Pameran
foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang dilaksanakan berbagai komunitas yang
tergabung dalam Friends of Mandiri Museum, Pameran ini dibuka untuk umum mulai
24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta
Barat.

Semoga lebih banyak "Habibie" di masa datang
BalasHapus