Halaman

Senin, 08 Agustus 2016

Keteladanan B. J. Habibie

B. J. Habibie



Keteladanan B. J. Habibie
Bernama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, adalah seseorang yang sangat inspiratif bagi anak-anak Indonesia. Mantan Presiden Republik Indonesia ini adalah sosok yang patut dijadikan rujukan anak-anak muda Indonesia dalam usaha meraih cita-cita. Habibie merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dengan kedua orang tua yang memiliki latar kebudayaan yang berbeda. Ayah bersuku Bugis sedangkan ibu bersuku Jawa. Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936 (yang berarti sekarang sudah 80 tahun). Sebelum menjabat sebagai presiden, Habibie juga pernah mengabdikan dirinya untuk Indonesia, seperti Wakil Presiden Indonesia ke-7 (dan setelah itu menggantikan Soeharto sebagai presiden), Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia (Menristek), dan Kepala Badan Pengusahaan Batam. Dalam mengabdiannya, tentu ada perjuangan keras yang harus Habibie lalui.
Perlu kita pahami juga kekuatan mental yang dibangun oleh Habibie, yakni mental bersepeda. Habibie mengandaikan mental kita harus seperti saat kita mengendarai sepeda, jika kita tidak mengayuhnya secara terus menerus, maka kita akan berhenti. Seperti itulah hidup, kita harus terus bekerja untuk tetap hidup. Dibalik kecerdasan dan kemasylahatannya saat ini, kita juga harus meneladani sikap serta perilaku yang Habibie lakukan, seperti:

Disiplin
Perlu kita ketahui, Habibie menghabiskan waktu 7,5 jam dalam sehari untuk membaca dan menulis. Kita sesama manusia tentu memiliki waktu yang sama dalam sehari yakni 24 jam. Suatu hal yang sangat produktif jika mampu meniru bahkan mengembangkan apa yang telah Habibie lakukan. Ini merupakan disiplin tingkat tinggi, dan hal-hal seperti inilah yang harus kita jadikan contoh. Dalam pandangan Habibie, orang yang sukses adalah orang yang disiplin, tepat waktu, dan bersungguh-sungguh. Namun, tentu hal sangat menentukan adalah kemauan untuk bersungguh-sungguh, jika hal tersebut sudah mampu kita jaga, hal berikutnya adalah komitmen, dan itu akan terus berkembang.
Jujur dan Berprinsip
Selain itu, Habibie adalah sosok orang yang jujur, pernah suatu waktu beliau disogok dengan jam tangan mewah, sogokan berupa uang, dan bahkan wanita. Beliau tetap teguh dengan prinsipnya. Tidak seperti sekarang ini, banyak para pemimpin kita terjebak dalam kasus tindak pidana korupsi, pencucian uang, dan masih banyak lagi tindakan yang merugikan rakyat.    
Visioner dan Fokus
Visioner adalah pemikiran tentang apa yang menjadi tujuan ke depan atau masa depan. Hal inilah yang dimiliki oleh habibie dan harus kita contoh. Selain itu, Habibie juga fokus pada satu kemampuannya, yakni ranah teknologi. Dengan pandangan visioner itu tadi dan fokus pada bidang teknologi, Habibie lebih memilih untuk mengembangkan dan membangun teknologi yang ada di Indonesia.
Nasionalisme
Lebih daripada kecerdasan yang dimiliki oleh Habibie, kita juga harus meneladani mantan Presiden Indonesia ini, yakni rasa nasionalisme yang tinggi pada tanah air, Indonesia. Habibie adalah orang Asia pertama yang mengetahui rahasia teknologi Jerman dan memperoleh jabatan yang tinggi di sana sebagai wakil presiden dan direktur teknologi Messerschmitt Boelkow Blohm (MBB), Hamburg pada tahun 1974-1978. Karena Habibie mengetahui rahasia teknologi negara Jerman, maka pemerintah Jerman menawarkan Habibie untuk menjadi Warga Negara Jerman. Namun, Habibie menolaknya. Habibie sangat cinta akan tanah air, Indonesia.  Habibie pernah mengatakan, “Sekalipun menjadi Warga Negara Jerman, kalau suatu saat Tanah Air ku memanggil, maka paspor (Jerman) akan saya robek dan akan pulang ke Indonesia.”
Dari uraian di atas tentunya kita sebagai anak negeri Bangsa Indonesia harus terus mewarisi semangat B. J. Habibie untuk Indonesia yang lebih baik. Tunjukkan semangat “mengendarai sepeda” yang harus terus dikayuh agar berjalan!
Dan tentu saja untuk mengenal Habibie lebih jauh jangan lupa datang pada Pameran foto Habibie dan gebyar aneka lomba yang dilaksanakan berbagai komunitas yang tergabung dalam Friends of Mandiri Museum, Pameran ini dibuka untuk umum mulai 24 Juli 2016 hingga 21 Agustus 2016 di Museum Bank Mandiri, Kota Tua - Jakarta Barat.

1 komentar: