Halaman

Sabtu, 27 Juni 2015

Kebijakan Amerika Serikat terhadap Korea Utara

Link Anggota Kelompok 3
learnbacktoseethefuture.wordpress.com by Rizta Safitri
Militer-RhezaAditya.blogspot.com by Rheza Aditya 
Gedemaolana.blogspot.com by Gede Maolana
Assignmenthi.blogspot.com  by Adhi Sudrajat
AmandaNabhila.blogspot.com by Amanda Nabhila
Filletasya.blogspot.com by Tasya Prisma Avissa 
    

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, banyak Negara-negara memerdekakan diri, rasa nasionalisme tumbuh seriring dengan persamaan perasaan sepenanggungan karena dijajah. Beberapa tahun kemudian terjadi perang urat saraf antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet, dimana mereka menyebarluaskan ideologi mereka masing-masing yang biasa disebut dengan Perang Dingin. Salah satu dampak yang sangat terlihat hingga sekarang adalah terbaginya Korea Utara dengan korea selatan pada tahun 1953. Korea Utara mengikuti Uni Soviet sebagai Negara Sosialis Komunis dan Korea Selatan merujuk pada Amerika Serikat sebagai Negara liberal kapitalis. Amerika Serikat sebagai Negara adidaya tentu saja tidak mau reputasinya tersaingi dalam perebutan kekuasaan, apalagi berebut kekuasaan dikawasan strategis seperti Asia Timur. Selain itu juga Amerika berupaya untuk menghambat laju China yang semakin kuat, ekonomi maupun militernya dan yang paling utama adalah menghambat lau ideologi Sosialis Komunis yang disebarkan oleh Uni Soviet maupun China.
           Dalam masa perang dingin Amerika Serikat menerapkan kebijakan luar negeri “containment” untuk menghadang penyebaran ideologi Sosialis Komunis dalam pengaruh internasional. Pun diperparah dengan hubungan Korea Utara dengan china yang semakin erat saat perang dingin.