Halaman

Kamis, 19 Maret 2020

Yakin kah dirimu?


Aku terbangun pagi itu dengan keadaan kelimpungan tak tau dimana. Setelah sadar, aku ternyata di rumahku sendiri, di kamar sendiri, dan ternyata semalam aku hanya bermimpi, di antar oleh pangeranku, orang yang entah siapa, dengan senyum khasnya yang membuatku mabuk kepayang. Tersadar kenyataan ternyata hanya sebuah mimpi, aku pun duduk di samping kasur.

Kunyalakan sepuntung rokok merk luar negeri, kiriman temanku yang berada di luar Indonesia. Kuhisap aromanya, membuatku melayang karena dinginnya asap. Aku masih telanjang bulat, seperti pertama kali aku bangun. Ah, payudara kecil itu selalu menampakkan suatu keindahan yang tak kupercaya, membahagiakan saja bagiku.