Aku terbangun pagi itu
dengan keadaan kelimpungan tak tau dimana. Setelah sadar, aku ternyata di
rumahku sendiri, di kamar sendiri, dan ternyata semalam aku hanya bermimpi, di
antar oleh pangeranku, orang yang entah siapa, dengan senyum khasnya yang
membuatku mabuk kepayang. Tersadar kenyataan ternyata hanya sebuah mimpi, aku
pun duduk di samping kasur.
Kunyalakan sepuntung rokok
merk luar negeri, kiriman temanku yang berada di luar Indonesia. Kuhisap
aromanya, membuatku melayang karena dinginnya asap. Aku masih telanjang bulat,
seperti pertama kali aku bangun. Ah, payudara kecil itu selalu menampakkan
suatu keindahan yang tak kupercaya, membahagiakan saja bagiku.