“Bajingan kamu, pecun!”
kata Anton sambil menampar pipi Asti dengan keras.
“Maaf mas maaf, aku tidak
akan mengulanginya lagi, sungguh.” Jawab Asti sambil sesenggukan menangis
dengan tangan kiri menutup pipi kirinya sehabis terkena tamparan.
Setelah itu, Anton pun
pergi dengan menggandeng perempuan lainnya. Anton pergi dengan senyum indah
pada perempuan yang dibawanya, sambil menyolek pantat perempuan itu. Perempuan
itu hanya tertawa girang melihat muka Anton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar