![]() |
| diambil dari Google.com |
Membaca keseluruhan buku
ini mengingatkanku akan lirik lagu dari Bondan Prakosa, “dari mimpi semua hal
dapat terjadi”. Ya, seorang wanita bernama Young Hye menjadi peran utama dalam
novel wanita asal Korea ini. Meskipun dia peran utama, namun dalam cerita dia
tidak lantas bercerita tentang kehidupan dirinya sendiri, melainkan tiga orang
yang dekat dengannya. Benar, cerita ini diambil dalam tiga sudut pandang,
pertama adalah suaminya, kedua kakak iparnya (suami kakak kandungnya), dan
kakak kandungnya (perempuan juga).
Cerita memang diawali
dengan kehidupan Young Hye yang sudah berkeluarga dan baik-baik saja. Semua
berubah tatkala dia mulai menjadi seorang vegetarian. Dan itu dikarena dia
bermimpi sesosok makhluk yang menyeramkan yang mulutnya penuh darah setelah
memakan daging. Setelah mimpi itu, hidup Young Hye tak terkontrol lagi, entah
itu dari yang hanya makan sayuran dan jarang tidur karena takut bermimpi lagi.
Berawal dari situ,
hubungan sosial (keluarga besar) Young Hye menjadi tak karuan. Namun sikapnya
masih biasa saja, merasa tak terjadi apa-apa. Beranjak pada tokoh yang kedua,
cerita dibalut seksualitas yang menggairahkan. Bagaimana sebuah lukisan pada
tubuh mampu menyatukan dua tubuh yang berbeda. Perlu imajinasi yang luar biasa
dalam membayangkannya, apalagi penulisnya kan? Lagi, dalam cerita kedua ini,
hubungan keluarga yang hancur ditonjolkan, tentunya pesan-pesan yang disuguhkan
amat sangat dalam.
Berlanjutkan pada cerita
tiga, sudut pandang dari kakak kandung Young Hye, menceritakan perjalanan kedua
saudari dari kecil hingga kesemratun hidup mereka. Cerita-cerita yang
disuguhkan oleh para pencerita memang berbeda, namun alur cerita tetap maju
meskipun perlahan. Cerita yang menggugah, mirip cerita-cerita yang disuguhkan
oleh Eka Kurniawan dalam membuat gambaran yang begitu rinci. Dan tentunya ini
sangat perlu untuk khasanah ilmu pengetahuan sastra di Indonesia bukan? Maka,
bacalah !
Yogyakarta, Agustus 2019
Yogyakarta, Agustus 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar