Halaman

Jumat, 24 April 2020

Saman - Ayu Utami

Foto diambil dari Google

Buku karya Ayu Utami, salah satu penulis fenomenal asal Indonesia. Berkiprah menjadi penulis sastra tatkala para jurnalis tersudut oleh Orde Baru yang diktaktor, suka membredeli media cetak yang bertentangan dengannya, ironi bukan? Saat itu lah sastra bicara!

Saman, berkisah tentang pemuda yang memilih jalan terjal, seorang pastor yang secara nyata melihat keadaan realitas yang bertolak belakang dari kehidupan yang adem ayem. Gejolak yang nyata dalam keadaan masyarakat pedalaman, penggusuran yang dilakukan dengan sewenang-wenang oleh Pemerintah yang bercumbu mesra dengan para pemilik modal. Tatkala penguasa mutlak (Negara) telah bersenggama dengan pemilik modal, di sana lah orang-orang fakir miskin tak berdaya melawannya.

Penduduk asli hanya diberi kertas kosong untuk ditandatangani, ternyata itu dibuat sedemikian rupa dengan dalih kerjasama, namun hak atas tanahnya diambil alih. Ah! Persetan. Di situ lah peran Saman, yang sebenarnya adalah nama baru, yang lama dibuang. Perjuangan tiada henti, meski hampir mati, hingga tak sadarkan diri, dikurung dalam gedung yang entah dimana, meski bebas saat gedung itu terlalap api. Dan bertemulah Saman dengan teman-temannya.

Dibantu oleh teman SMP; Layla, Cok, Yasmin, dan Shakuntala, Saman pergi ke luar negeri, mencari keamanan diri dan membangun relasi dikarenakan dia dituduh biang keladi sebagai subversi!

Pada awal cerita bukan Saman tokoh utama, melainkan Sigar, pujaan hati Layla. Namun berjalannya waktu, Sigar dipertemukan oleh Saman, seorang aktivis, guna menjebloskan mantan bosnya ke penjara.

Buku yang mempunyai kompleksitas tinggi, dari seksualitas, budaya, teknologi, teologi, perlawanan akan penindasan, romansa, bercampur aduk menjadi hidangan yang sangat lezat. Tidak perlu ragu untuk membacanya, hanya 200an halaman, yang bahkan bisa selesai dalam satu hari saja.

Yogyakarta, April 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar