Halaman

Senin, 25 Mei 2020

Keuangan


Gambar dari Google.com
Kita hidup berdampingan dengan uang. Bisa jadi kita tak bisa hidup tanpa uang. Uang sudah menjadi alat tukar yang superior. Meskipun begitu, kita tidak boleh menjadi budak uang, mencari uang tanpa henti dan menghiraukan yang lain. Oleh karena itu, buatlah uang bekerja padamu. Kita harus punya target, sampai kapan kita mencari uang, dan setelah itu, biarlah uang yang mencari kita. Bukankah hal itu sangat baik (?)  untuk kesehatan kita.  
  

Lockdown


Gambar posko dusunku
Baru pertama kali merasakan yang namanya wabah pandemi, ternyata sungguh merepotkan. Penularan yang cepat, Covid-19 merupakan penyakit baru yang berbahaya, bagaimana tidak, penyebarannya sangat mudah dan mirip dengan influenza biasa. Bahkan selain perekonomian yang hancur, keamanan menjadi buntut dari wabah ini.

Karantina wilayah mandiri dusun-dusun adalah upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk melakukan pencegahan menyebarkanya virus ini. Selain itu, dengan keadaan ekonomi yang morat-marit, membuat banyak warga yang resah dengan bermunculannya pencuri-pencuri latah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kamis, 21 Mei 2020

Pulang Kampung


Gambar diambil dari Google.com
Lemon pulang ke desa setelah hampir lima tahun merantau di Ibu Kota. Baginya, bertemu orangtua di desa adalah hal yang diimpikannya sejak dulu. Kesibukannya di Ibu Kota sebagai buruh bangunan yang hanya ikut kontraktor menyebabkan dia sulit untuk pulang ke kampung halaman, pun tabungannya hanya akan habis diongkos saja. Lemon masih bujang, berumur 25 tahun, di Ibu Kota yang penuh kejenuhan, kurang bergairah, alat kelaminnya hanya untuk mengeluarkan air pesing saja.

Sabtu, 16 Mei 2020

13 Reasons Why – Film

Gambar diambil dari Google

Kehampaan? Kekosongan? Kesendirian? Merasa tak bisa berbuat apapun? Merasa tak bisa membantu sekitar? Merasa hidup hanya sia-sia? Tonton dulu film ini, rasakan apa yang dirasakan pemain utama perempuan; Hannah. Dia membuat rekaman tape untuk didengar setiap orang, bahwa dia sungguh sangat tidak berguna lagi untuk berada di dunia atau di sekitar mereka.

Kisah masa remaja di Amerika ini memang banyak terjadi. Ada remaja superior dan inferior. Remaja yang kuat baik ekonomi dan ada yang lemah. Dalam film ini, Clay sebagai pemeran utama laki-laki mencoba untuk menelusuri kematian Hannah yang menyayat tangannya sendiri karena putus asa.

Kamis, 14 Mei 2020

Covid-19 Memperkaya Hati di Saat Bulan Ramadhan

https://bit.ly/posterbcdd
Semenjak wabah pandemi Covid-19 merebak di Yogyakarta, dusun saya mulai mempersiapkan strategi-strategi jitu dalam penanganan pencegahan terhadap Covid-19. Wabah pandemi Covid-19 ini membuat beberapa warga harus dirumahkan dari pekerjaannya pada awal April. Meskipun begitu, banyak masyarakat antusias dalam menggalang dana untuk kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat pada masa wabah ini.

Pemangku kebijakan dusun mulai membuat tim gugus tugas dalam penanganan pencegahan Covid-19. Dimulai dari pembuatan aturan-aturan (tentu saja berkoordinasi dengan Kelurahan/Desa) yang harus dilakukan oleh masyarakat dan pembuatan portal jalan yang berguna sebagai shock therapy bagi tamu yang akan berkunjung. Bahkan dengan tegas warga setuju untuk menolak sanak saudara yang ingin mudik/pulang kampung dan pendatang yang ingin mengontrak rumah atau indekos.

Kamis, 07 Mei 2020

Larung - Ayu Utami

gambar dari Google.com

Buku lanjutan dari Saman dalam dwilogi buku karya Ayu Utami ini mengangkat kisah pemuda bernama Larung. Sosok yang dalam cerita menurutku kurang berperan besar, karena setelah aku membaca buku ini adalah lanjutan cerita yang seharusnya bisa satu buku dengan buku Saman namun mungkin karena masalah waktu, akhirnya dilanjutkan dalam buku yang berbeda.

Dalam perkenalannya, Larung ditonjolkan orang yang sangat sadis, dia ingin membunuh neneknya sendiri! Pada awal-awal buku ini lebih pada cerita metafisik si nenek yang ternyata berdampak pada kehidupan keluarganya. Setelah berhasil menguburkan neneknya, cerita kembali pada empat teman yang berkumpul di New York, Amerika.

Minggu, 03 Mei 2020

Inside Out - Film

gambar diambil dari Google

Barangkali manusia hidup hanya akan ada kesedihan. Entah itu perpisahan, kesendirian,  atau kesedihan lainnya. Kesedihan yang selalu menghantui tiap manusia, barangkali seperti kata Dr. Hiluluk dari cerita One Piece:

“Kapan manusia mati? Saat jantung tertembus peluru? Bukan. Saat terkena penyakit yang tak bisa disembuhkan? Bukan. Saat makan jamur beracun? Juga bukan!
Manusia mati… saat Ia dilupakan. Meskipun aku mati, impianku akan tetap hidup. Dan hati negeri yang sakit ini pun akan tersembuhkan.”

Itu lah awal-awal cerita dalam film yang rilis tahun 2015 kemarin; Inside Out. Sedih selalu saja ingin memegang kunci kehidupan, bahkan tanpa Ia sadari.