![]() |
| gambar diambil dari Google |
Barangkali manusia
hidup hanya akan ada kesedihan. Entah itu perpisahan, kesendirian, atau kesedihan lainnya. Kesedihan yang selalu
menghantui tiap manusia, barangkali seperti kata Dr. Hiluluk dari cerita One Piece:
“Kapan manusia mati? Saat jantung tertembus peluru? Bukan.
Saat terkena penyakit yang tak bisa disembuhkan? Bukan. Saat makan jamur
beracun? Juga bukan!
Manusia mati… saat Ia dilupakan. Meskipun aku mati,
impianku akan tetap hidup. Dan hati negeri yang sakit ini pun akan
tersembuhkan.”
Itu lah awal-awal
cerita dalam film yang rilis tahun 2015 kemarin; Inside Out. Sedih selalu saja
ingin memegang kunci kehidupan, bahkan tanpa Ia sadari.
Relay, gadis kecil yang
baru saja menapaki kehidupan, dan dalam pikirannya ternyata diperkenalkan lima
sosok makhluk rasa; Bahagia, Sedih, Takut, Marah, dan Jijik. Mereka
berkolaborasi dalam pikirannya, pun juga setiap manusia mempunyai makhluk rasa
itu.
Mereka adalah
manifestasi dalam pikiran kita. Tidak hanya berkolaborasi, namun mereka penuh
dengan pergolakan. Barangkali itu lah yang menyebabkan keputusan-keputusan yang
kita ambil kadang tidak masuk logika. Kita terjebak dalam pertengkaran abadi
mereka, terus menerus selama kita hidup.
Film bercerita tentang
Bahagia dan Sedih yang bertualang ingin kembali ke pusat pikiran, namun dalam
petualangan tersebut menyadarkan Bahagia bahwa sebuah kehidupan tidak hanya
untuk menjadi Bahagia saja. Sedih berperan besar dalam perjalanan kembali ke
pusat, setelah kesombongan dari Bahagia mereda.
Mereka akhirnya kembali
dan mampu mengembalikan kondisi psikologi Relay seperti semula, pun berkat
Sedih, karena hidup harus seimbang, dan sedih sebagai penawar.
Aku jadi ingat masa
kecilku hingga saat ini, keputusan-keputusan yang aku ambil ternyata bisa kita
andaikan seperti itu: pergolakan antara makhluk-makhluk rasa penghuni otak.
Mungkin saat diminta mengambil keputusan, mereka bertempur pendapat bahkan
sampai adu jotos untuk menentukan kaputusan. Itu pun jika punya otak, bukan?
Yogyakarta, April 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar