Halaman

Senin, 25 Mei 2020

Lockdown


Gambar posko dusunku
Baru pertama kali merasakan yang namanya wabah pandemi, ternyata sungguh merepotkan. Penularan yang cepat, Covid-19 merupakan penyakit baru yang berbahaya, bagaimana tidak, penyebarannya sangat mudah dan mirip dengan influenza biasa. Bahkan selain perekonomian yang hancur, keamanan menjadi buntut dari wabah ini.

Karantina wilayah mandiri dusun-dusun adalah upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk melakukan pencegahan menyebarkanya virus ini. Selain itu, dengan keadaan ekonomi yang morat-marit, membuat banyak warga yang resah dengan bermunculannya pencuri-pencuri latah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Penjagaan yang ketat dan hanya satu pintu dalam karantina mandiri dusun adalah hal yang positif, tapi juga ada negatifnya. Sebagai upaya pencegahan terhadap wabah pandemi ini, agar masyarakat luar desa tidak sembarang keluar-masuk, dan berpikir dua kali. Bukan menyudutkan mereka bahwa mereka pembawa penyakit, tidak, hanya saja lebih pada antisipasi dini.

Menjadi kurang efektif dalam penjagaan posko di satu pintu jika mereka bergerombol, seperti lele yang sedang diberi makan, bersautan membuat melodi. Namun itu tidak semua dusun, ada yang sudah mapan, seperti pentingnya penjadwalan penjaga posko, sehingga energi tidak terbuang percuma dan yang tidak berjaga mampu melakukan hal positif lainnya di rumah.

Hal yang paling riskan dari wabah ini adalah terjadinya kontak langsung dengan pembawa Covid-19. Banyak hal yang mesti diperhatikan dalam pergaulan penjagaan posko. Salah satunya adalah mengurangi kontak langsung dan menjaga jarak aman tiap penjaga. Hal tersebut sangat sulit dilakukan, dimana budaya masyarakat masih melakukan kontak langsung dalam bersosialisasi. Permainan yang masih menggunakan kontak langsung seperti karambol, catur, kartu remi, dan lainnya, harus diminimalisir atau bahkan ditiadakan.

Pengganti dari permainan yang menggunakan kontak langsung adalah permainan e-sport atau game dalam gawai masing-masing pemuda. Hal tersebut sebenarnya tidak dibenarkan, banyak hal yang akan terlewat jika kita hanya sibuk bermain dengan gawainya masing-masing. Selain ngobrol ngalor-ngidul tak tentu arah dan tujuan, dan tentu hanya akan membosankan jika lawan bicara kita itu tidak memberi respon yang kita inginkan, maka hal ini patut dicoba.

Kumpulkan sesama pemain e-sport yang ada di dusun, lalu atur jadwal jaga bersama. Barangkali dari jaga posko bersama bisa menjadi pemain profesional kan ya?  

Yogyakarta, Mei 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar