![]() |
| Gambar posko dusunku |
Baru pertama kali merasakan
yang namanya wabah pandemi, ternyata sungguh merepotkan. Penularan yang cepat,
Covid-19 merupakan penyakit baru yang berbahaya, bagaimana tidak, penyebarannya
sangat mudah dan mirip dengan influenza biasa. Bahkan selain perekonomian yang
hancur, keamanan menjadi buntut dari wabah ini.
Karantina wilayah mandiri
dusun-dusun adalah upaya yang dilakukan masyarakat Indonesia untuk melakukan
pencegahan menyebarkanya virus ini. Selain itu, dengan keadaan ekonomi yang morat-marit,
membuat banyak warga yang resah dengan bermunculannya pencuri-pencuri latah
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penjagaan yang ketat dan
hanya satu pintu dalam karantina mandiri dusun adalah hal yang positif, tapi
juga ada negatifnya. Sebagai upaya pencegahan terhadap wabah pandemi ini, agar
masyarakat luar desa tidak sembarang keluar-masuk, dan berpikir dua kali. Bukan
menyudutkan mereka bahwa mereka pembawa penyakit, tidak, hanya saja lebih pada
antisipasi dini.
Menjadi kurang efektif dalam
penjagaan posko di satu pintu jika mereka bergerombol, seperti lele yang sedang
diberi makan, bersautan membuat melodi. Namun itu tidak semua dusun, ada yang
sudah mapan, seperti pentingnya penjadwalan penjaga posko, sehingga energi
tidak terbuang percuma dan yang tidak berjaga mampu melakukan hal positif
lainnya di rumah.
Hal yang paling riskan dari
wabah ini adalah terjadinya kontak langsung dengan pembawa Covid-19. Banyak hal
yang mesti diperhatikan dalam pergaulan penjagaan posko. Salah satunya adalah
mengurangi kontak langsung dan menjaga jarak aman tiap penjaga. Hal tersebut
sangat sulit dilakukan, dimana budaya masyarakat masih melakukan kontak
langsung dalam bersosialisasi. Permainan yang masih menggunakan kontak langsung
seperti karambol, catur, kartu remi, dan lainnya, harus diminimalisir atau
bahkan ditiadakan.
Pengganti dari permainan
yang menggunakan kontak langsung adalah permainan e-sport atau game dalam gawai masing-masing pemuda. Hal tersebut
sebenarnya tidak dibenarkan, banyak hal yang akan terlewat jika kita hanya
sibuk bermain dengan gawainya masing-masing. Selain ngobrol ngalor-ngidul tak
tentu arah dan tujuan, dan tentu hanya akan membosankan jika lawan bicara kita
itu tidak memberi respon yang kita inginkan, maka hal ini patut dicoba.
Kumpulkan sesama pemain
e-sport yang ada di dusun, lalu atur jadwal jaga bersama. Barangkali dari jaga
posko bersama bisa menjadi pemain profesional kan ya?
Yogyakarta, Mei 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar