![]() |
| Gambar diambil dari Google.com |
Pulang kampung dengan terpaksa,
membawa uang hasil bekerja seadanya saja, karena di sana Lemon tak kuat berdiam
diri, wabah Korona melahap rejeki tiap hari. Lemon pun memutuskan untuk pulang
kampung, sebelum dilarang oleh yang berwenang dan menghakimi.
Kaget dengan perubahan yang sangat
tampak di desa, Lemon bertanya pada bapaknya, sudah berapa lama ini itu
dibangun dengan seksama dan seirama. Tugu pancoran yang nyata di depan desa,
menjadi ikon bagi desanya tinggal. Gapura yang dicat biru muda, mengupayakan
keindahan semesta. Dan pepohonan yang rindang di tepi jalan, layaknya bintang
yang bertebaran tak terhingga.
Bapaknya menjawab, ini semua
berkat kerjasama manusia-manusia tak bersuara itu.
Lemon melihat bapaknya
dengan mata terpicing dan dahi mengercit. Apa maksudmu pak? Bukankah
manusia-manusia di desa ini dapat bersuara? Buktinya tadi aku lewat sambil
bertegur sapa, menanya kabar dan berbasa-basi ria layaknya manusia sosial penuh
topeng warna warni bak pelangi.
Nak, setelah dulu kau pergi,
setahun yang lalu, warga di sini tak mau bersuara. Mereka sudah tak bernyali,
mereka sudah tak punya ruh untuk ikut bersuara. Kau pergi dengan suara-suara
mereka Nak, dan mereka merelakan suaranya kau bawa.
Nak, apa yang kau lihat
barusan adalah benda-benda yang diberikan oleh pemodal. Mereka membangun pabrik
raksasa di belakang desa, mereka merampasnya dengan bangga, merasa telah
membantu desa kita dengan tetek bengek yang telah diberikan. Padahal telah terjadi
perampasan hak yang mesti kamu tahu Nak.
Surat-surat dipalsukan oleh
mereka, dan kami yang buta tak mampu bicara hanya mengamini mereka yang kuat
lagi perkasa. Mereka menggandeng Pak Camat Nak, perizinan dipermudah, bahkan
pekarangan tetangga kita diganti rugi, bukan ganti untung.
Maka, pergi lah Nak, Bapakmu
ini lebih bahagia kamu pergi. Desa ini sudah tak bisa diharapkan lagi, akan
hancur sebentar lagi. Apalagi dengan senjata api. Kepulanganmu hanya bersiap
menjadi abu yang disempaskan angin pagi.
Yogyakarta, Mei 2020

Tidak ada komentar:
Posting Komentar