Halaman

Sabtu, 09 November 2019

diambil dari Tribunnews.com
Transportasi Umum, Suatu Kebutuhan!
Sub-tema: Keselamatan, Keamanan, dan Kenyamanan Transportasi Saat ini

Semakin hari semakin bertambahnya penduduk dan semakin pula bertambahnya kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat. Hal tersebut sangat terasa di tempat tinggal penulis; Yogyakarta. Meskipun masih jarang memakai transportasi umum, penulis meyakini, bahwa cepat atau lambat kita akan membutuhkannya.

Di Yogyakarta, terdapat transportasi umum yang layak digunakan oleh para penduduknya, yakni Trans Jogja. Dulu saat pertama kali melihat Trans Jogja, penulis merasa bangga, selain menambah lapangan pekerjaan, pengentasan kemacetan di jalan juga bisa teratasi. Lima tahun belakangan ini, Trans Jogja menambah angkutan baru berwarna biru. Lumayan untuk menambah warna warni kendaraan saat mengitari suasana indahnya jalanan Yogyakarta.

Jumat, 02 Agustus 2019

Vegetarian - Han Kang

Related image
diambil dari Google.com

Membaca keseluruhan buku ini mengingatkanku akan lirik lagu dari Bondan Prakosa, “dari mimpi semua hal dapat terjadi”. Ya, seorang wanita bernama Young Hye menjadi peran utama dalam novel wanita asal Korea ini. Meskipun dia peran utama, namun dalam cerita dia tidak lantas bercerita tentang kehidupan dirinya sendiri, melainkan tiga orang yang dekat dengannya. Benar, cerita ini diambil dalam tiga sudut pandang, pertama adalah suaminya, kedua kakak iparnya (suami kakak kandungnya), dan kakak kandungnya (perempuan juga).

Cerita memang diawali dengan kehidupan Young Hye yang sudah berkeluarga dan baik-baik saja. Semua berubah tatkala dia mulai menjadi seorang vegetarian. Dan itu dikarena dia bermimpi sesosok makhluk yang menyeramkan yang mulutnya penuh darah setelah memakan daging. Setelah mimpi itu, hidup Young Hye tak terkontrol lagi, entah itu dari yang hanya makan sayuran dan jarang tidur karena takut bermimpi lagi.

Menunggu Kematian

Aku sungguh sangat gila. Melihat dunia yang fana, dengan mata yang nyata, namun tak berdaya. Hanya bisa meronta, tanpa kata-kata, meskipun semua semu belaka. Namun aku bangga, mampu hidup di dunia, meskipun penuh suka cita, semua hanya membuatku merasa hina. Ah kalang kabut aku dibuatnya.

Dunia ini hanya sandiwara, katanya. Namun bukankah dirimu menikmatinya? Aku saja sangat menikmatinya, meskipun aku merasa, perlu belas kasihan yang nyata, atau hanya sesuap nasi yang nyata. Dunia ini penuh liku dan hanya menunggu kaku.

Aku seorang diri mencoba bertahan, meskipun aku sungguh takut akan ketiadaan. Meninggalkan bekas-bekas yang tak bermanfaat untuk khalayak sahabat. Aku mencoba seorang diri untuk belajar, mencari kesadaran diri dengan termangu.

Aku sungguh sangat kesepian. 

ditulis pada 12 Agustus 2018

Kamis, 01 Agustus 2019

Percakapan Menyayat Hati


“Bajingan kamu, pecun!” kata Anton sambil menampar pipi Asti dengan keras.
“Maaf mas maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, sungguh.” Jawab Asti sambil sesenggukan menangis dengan tangan kiri menutup pipi kirinya sehabis terkena tamparan.
Setelah itu, Anton pun pergi dengan menggandeng perempuan lainnya. Anton pergi dengan senyum indah pada perempuan yang dibawanya, sambil menyolek pantat perempuan itu. Perempuan itu hanya tertawa girang melihat muka Anton.

Merpati yang Terbang Saat Purnama Bersinar


Image result for ilustrasi merpati
diambil dari Google.com
Aku seekor merpati yang hanya ingin terbang jika purnama bersinar. Minggu ini purnama akan sangat terang, dan aku belum tahu akan kemana. Aku hanya seekor merpati yang tidak pernah menetap selama lebih dari satu bulan. Itu semua karena aku akan terbang bebas tatkala purnama bersinar terang. Aku tidak pernah menetap untuk kedua kalinya dalam hidupku, itu adalah sebuah prinsip. Kedua orang tuaku, yang entah siapa, merpati peranakan asing atau pribumi aku tak tahu selalu mengajarkanku untuk hidup mandiri dan tidak tergantung pada merpati lain. Maka dari itu aku selalu terbang sendiri, mengikuti kata hatiku yang selalu dirundung rindu, karena harus terbang tatkala sinar rembulan terang, dan itu saat purnama bersinar, saat bulan bulat utuh tanpa dibuat-buat.
Bulan itu utuh biasanya dua hari dan aku selalu mencari tempat yang aku ingin kan, mencari tempat yang menurutku aman untuk selalu berkontemplasi ataupun merenungi tentang hidupku ke depan. Aku selalu sadar, hidupku tidak lama, palingan hanya beberapa tahun saja. Sejak kecil, orang tuaku yang selalu mencarikanku makan, membuatkanku sarang yang hangat, yang selalu melolohiku dengan cacing yang kadang ditemukannya ditanah, pergi tanpa alasan. Sejak kecil aku selalu bersama satu merpati yang membesarkanku, dialah yang kusebut orangtuaku, aku tidak tahu dia jantan atau betina, aku tidak peduli juga, pada intinya aku bisa merasakan kehangatan belaiannya saat kumembutuhkan. Namun suatu saat dia pergi tanpa alasan. Entah mati ditembak atau mati dimangsa hewan lain. Sejak saat itu aku sendiri, hingga sekarang. Aku terbang kemanapun aku suka, itu karena aku belajar terbang sendiri. Melelahkan memang, tapi aku harus bertahan, sebelum ajal menjelang. Toh hanya beberapa tahun aku sanggup hidup, tak lebih dari sepuluh tahun palingan.

Rabu, 31 Juli 2019

Gadis Pemetik Daun Teh

Image result for daun teh
diambil dari Google.com
Selepas subuh, para petani sudah hilir mudik mengitari daerah pegunungan Temanggung. Dikaki Gunung Sindoro, cahaya matahari belum menusuk tanah, masih tertutup dengan tebalnya kabut. Rumah-rumah masih diterangi dengan lampu dian –gabungan antara botol, sumbu, dan minyak. Banyak di antaranya masih gelap, dan hanya dengan sinar matahari menjadi terang. Rumah-rumah itu masih semi permanen, di bawah menggunakan batu tapi atasnya menggunakan anyaman bambu. Terkadang, jika ada badai besar, rumah bisa hancur dan terhanyut arus badai.
Seorang gadis bernama Surtinem, anak seorang petani kebun teh, meneruskan pekerjaan orangtuanya. Orangtua Surtinem hanya menjadi buruh juragan teh, setiap hari ke kebun teh untuk menggarapnya. Surtinem menggikuti jejak orangtuanya sejak berumur 14 tahun. Surtinem mempunyai dua adik perempuan, Tinah dan Tini, masing-masing berumur delapan dan enam tahun. Saat Surtinem berumur dua puluh tahun, bapaknya menghilang tanpa jejak, tanpa kabar dan sejak saat itu semua berubah, desa tersebut menjadi berantakan dan kacau.

Cerita Nama


Malam berganti pagi, ayam berkokok dengan merdu, Nama terbangun dari tidurnya.
Nama terbangun di pinggiran emper sebuah toko lama yang sudah tutup. Gadis berumur enam tahun itu masih ingin tidur, tapi ibunya dengan paksa menabok pantatnya hingga Nama terbangun. Sejak semalam mereka berdua berada di sana, mereka menjajakan kerupuk kecil. Selain berjualan, mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari berkat sumbangan yang diberikan orang-orang yang melewati mereka. Mereka tidak mempunyai rumah tetap. Jika hujan turun, kadang mereka menetap di sebuah pos ronda, dan jika cuaca sangat panas, mereka memakai topi sambil berjualan, ditemani tetesan keringat mengalir pada sekujur tubuh.
“Bu, minum es.” Kata Nama sambil menarik-narik baju ibunya ketika Nama terbangun. Ibunya segera mengambilkan botol berisi air bening. Entah mengapa Nama menginginkan air dingin setelah bangun dari tidurnya.

Selingan Buku Alo


Gambar diambil dari Google
Setelah Alo menemukan buku sejumlah lima jilid itu, Alo menyelesaikan terlebih dahulu buku yang sudah dibacanya selama dua hari. Hamka, ya buku yang ditulis oleh Hamka. Berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Menurutnya buku ini adalah sebuah roman yang sangat mengesankan. CINTA hingga akhir hayat. Adapun aktor yang tertulis dalam cerita ini, Zainuddin-Hayati. Kedua peran utama ini memerankan apa yang disebut cinta sejati. Seperti halnya pada halaman 58 tertutur dari mulut Hayati “Biar Tuhan mendengar bahwa engkaulah yang akan jadi suamiku kelak, jika tidak sampai di dunia, biarlah di akhirat. Dan saya tiadakan khianat kepada janjiku, tidak akan berdusta di hadapan Tuhan, dan di hadapan arwah nenek moyangku.”

Peri Edlen Penyambung Mimpi

Image result for lambang peri
diambil dari Google.com

Rumor Peri Edlen sudah menyebar keseantero Bumi. Hal itu karena banyak kesaksian pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan membongkar ceritanya kepada setiap temannya yang bertanya, “bagaimana kalian dipertemukan?”
Rumor Peri Edlen sudah menyebar keseantero Bumi. Hal itu karena banyak kesaksian pasangan yang hendak melangsungkan pernikahan membongkar ceritanya kepada setiap temannya yang bertanya, “bagaimana kalian dipertemukan?”
Peri Edlen bertubuh kecil, hanya lebih besar dari ibu jari. Dia datang kesetiap mimpi manusia yang banyak sekali ditanyai “kapan menikah?” oleh 500 orang dalam hidupnya. Peri Edlen mempunyai sayap kecil –sepertiga dari tubuhnya, dan berpakaian layaknya banyak peri dalam kisah nenek moyang, anggun. Dia mempunyai wangi yang khas, wangi bunga kenanga. Dan saat seseorang ditemuinya dalam mimpi, setelah terbangun dia akan mencium wangi bunga kenanga.
“Benarkah itu, mbah?” tanya Tomo pada kakeknya.
“Benar le, mereka ada. Peri Edlen akan datang pada orang-orang yang sengsara asmara. Mungkin kamu selanjutnya.” Jawab kakek sambil tersenyum. Tomo hanya membalas dengan muka masam sekaligus berpamitan.
“Aku pulang duluan ya mbah, banyak pekerjaan di rumah, kasihan bapak mengerjakannya sendiri.” Pernyataan itu dilontarkan pada sang kakek.
“Walah, cepat banget le, yaudah hati-hati di jalan le.” Jawab kakek. Tomo keluar rumah dan meninggalkan kakeknya.

Minggu, 28 Juli 2019

Keteladanan Soekarno

Image result for soekarno
diambil dari Google


Sukarno Melangkah
Memiliki ibu bangsawan Bali; Idayu. Paman dari ibu Sukarno adalah raja terakhir kerajaan Sisingamangaraja dan ayah yang juga keturunan bangsawan Sultan Kediri; Sukemi Sosrodiharjo, menjadikan Sukarno mempunyai darah yang memang jelas-jelas anti penjajah. Tidak bisa dipungkiri, dengan darah bangsawan dan cerita-cerita heroik dari kedua orang tuanya membuat Sukarno muda mempunyai ide-ide akan memperjuangkan orang-orang tertindas.Ayah Sukarno terbilang orang tua yang keras, mengiginkan anaknya terdidik dan mempunyai disiplin tinggi. Saat Sukarno kelas lima –saat itu adalah kelas tertinggi untuk sekolah rendah Bumiputra, dia sudah diberi tambahan pelajaran; Bahasa Belanda. Ayahnya ingin menyekolahkan Sukarno ke sekolah tinggi Belanda, dan itu tidak hanya membutuhkan kecerdasan tapi juga harus pandai berbahasa Belanda. Setiap hari Sukarno mendapat tambahan pelajaran selama satu jam untuk memperdalam Bahasa Belanda.
Setelah lulus dari sekolah rendah Bumiputra Sukarno dikirim ke Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya. Ayahnya menitipkannya pada seseorang yang sangat mempengaruhi pemikiran dan tindakannya kelak, Haji Oemar Said (H.O.S) Cokroaminoto. Sukarno pernah berkata tentang Cokroaminoto, “.... ialah orang yang kemudian mengubah seluruh hidupku.”[1]
Surabaya adalah kota besar, penduduk sudah cukup padat. Satu hal yang paling penting, Surabaya adalah tempat yang menjadi pusat perjuangan bagi aktivis revolusioner yang melawan penjajah dan

Sabtu, 27 Juli 2019

Sudirman


Image result for sudirman
diambil dari Google.com

Tubuhmu kecil
Kering pun kerontang
Aku memandangmu dari lukisan besar di sekolahku, dulu
Aku mendengarmu dari berbagai mulut, termasuk guruku dan orang tuaku
Jadilah seperti Jendral Sudirman! Kata mereka
Beliau gagah berani dan pantang menyerah unruk Republik ini, tambahnya

Jumat, 26 Juli 2019

Kematian yang Lucu

gambar dari Google

Dulu sekali aku memanggilnya Mak Ijem, namun sekarang aku tidak berani memanggilnya dengan perkataan seperti itu. Aku bisa digampar karena hal tersebut. Sungguh sangat mengenaskan nasibku saat orang itu masuk dalam lingkungan hidupku, benar-benar masuk, tanpa terkecuali uang jajanku. Naas memang namun aku bisa apa, dia dipilih oleh ayahku untuk mendampinginya. Dulunya dia seorang penjual jamu keliling, aku sukadengan jamu buatannya. Namun setelah dia masuk lingkungan hidupku, aku membenci jamu, apalagi orang yang dulu suka membuatnya.
Ayahku tetiba bilang padaku sore itu, bahwa dia akan menikah lagi. Aku sungguh sangat bahagia saat itu. Kini aku menderita. Merana. Bahkan terpukul atas kebahagiaan yang dulu pernah aku rasa. Mak Ijah, sebut saja sampai akhir cerita dengan sebutan itu, masuk dalam lingkungan hidupku dan mengobrak-abrik semuanya. Memporak-porakandakan semuanya. Sungguh merintih aku dibuatnya.